HealthcareUpdate News

Waspada Obat Kedaluwarsa: Bisa Fatal, Kasus Anak 15 Tahun di Banyumas Jadi Peringatan

Konsumsi obat kedaluwarsa, apalagi tanpa resep dokter, bisa berdampak serius hingga fatal — hal ini terlihat dari tragedi di Banyumas di mana seorang anak 15 tahun meninggal setelah minum obat keras kedaluwarsa.

Sebuah kejadian memilukan terjadi di Banyumas, Jawa Tengah, ketika seorang remaja berusia 15 tahun meninggal dunia setelah mengonsumsi obat keras yang telah kedaluwarsa. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan obat, terutama yang sudah melewati tanggal batas aman pakai dan tanpa pengawasan tenaga medis.

Obat-obatan memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan untuk menunjukkan batas waktu di mana kandungan aktifnya tetap stabil dan masih efektif memberikan efek terapi sesuai yang diharapkan. Setelah tanggal tersebut, obat bisa mengalami penurunan efektivitas bahkan perubahan komposisi kimianya, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa tidak lagi memberikan efektivitas terapi dan justru dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan apabila digunakan. Perubahan senyawa dalam obat yang kedaluwarsa bisa membuatnya tidak aman untuk tubuh, terutama jika jenis obat tersebut termasuk obat keras atau antibiotik.

Dokter dan tenaga kesehatan berkali-kali mengingatkan bahwa mengonsumsi obat tanpa resep dokter, terlebih yang telah lewat masa pakai, merupakan tindakan yang sangat berisiko. Obat yang tidak lagi efektif tidak hanya gagal mengatasi penyakit yang diderita, tetapi juga bisa memicu komplikasi kesehatan lain, mulai dari gangguan pencernaan, reaksi alergi, hingga keracunan obat.

Kasus di Banyumas memperlihatkan risiko nyata dari praktik ini. Meski rincian kejadian masih ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi orang tua dan masyarakat luas agar tidak memberikan obat kepada anak tanpa resep dokter, serta selalu mengecek tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat sebelum dikonsumsi.

Read More  OJK Dorong Kembali Penghapusan Kredit Macet UMKM untuk Akselerasi Pemulihan Sektor

BPOM juga menekankan pentingnya langkah Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, Cek Kedaluwarsa) sebelum menggunakan atau membeli obat untuk memastikan obat yang digunakan aman dan sesuai standar. Dengan melakukan pemeriksaan sederhana tersebut, konsumen dapat terhindar dari penggunaan obat yang berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyimpan obat kedaluwarsa di rumah dalam jumlah besar. Obat-obat ini sebaiknya dihancurkan atau dikembalikan ke fasilitas kesehatan atau apotek untuk dibuang dengan benar, agar tidak disalahgunakan oleh siapapun, terutama anak-anak.

Penting juga bagi seluruh keluarga untuk menghindari memberikan obat bebas atau obat keras kepada orang lain tanpa panduan dokter, karena dosis, jenis, dan kondisi pasien sangat memengaruhi keamanan obat tersebut. Selalu konsultasikan ke tenaga medis terpercaya bila ragu mengenai penggunaan obat tertentu.

Peristiwa tragis di Banyumas menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak boleh dianggap sepele. Mengonsumsi obat kedaluwarsa — apalagi tanpa resep — bukan hanya tidak membantu penyembuhan, tetapi justru bisa membawa akibat fatal yang tak terduga.

Back to top button